BPOM Bentuk Deputi Bidang Penindakan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada Jumat baru-bari ini (9 Pebruari 2018) melantik enam orang pejabat struktural Eselon I, disusul dibentuknya Deputi baru yaitu Deputi Bidang Penindakan yang dijabat oleh Hendri Siswadi, S.H.

Kepala BPOM RI, Penny Lukito, berharap dengan hadirnya Deputi Bidang Penindakan ini dapat memperkuat struktur organisasi BPOM terutama di bidang perlindungan masyarakat agar ada aspek penegakan hukum.

Deputi-Bidang-Penindakan-bpom

“Memang kita punya PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) yang tadinya berada dalam unit eselon 2, namun sekarang diperbesar menjadi Deputi Bidang Penindakan,” jelas Penny pada acara Pelantikan Pejabat Eselon I BPOM di Gedung C BPOM, Jakarta Pusat.

Deputi Bidang Penyidikan memiliki tiga fungsi direktorat yaitu direktorat pengamanan, direktorat intelijen, dan direktorat penyidikan. Kehadiran Deputi Bidang Penindakan ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan efektivitas pemberantasan kejahatan obat di Indonesia.

Di samping itu, BPOM RI juga memperkuat fungsi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) melalui pengembangan inspektorat menjadi Insperktorat Utama. Penguatan ini merupakan langkah untuk meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan yang bersih, integritas, transparan, dan akuntabel.

“Karena BPOM RI lebih bertaji dalam menindaklanjuti hasil pengawasan secar menyeluruh, hingga ke tahap pemberian sanksi tegas kepada pelaku, ” tandas Penny.